Cara Penilaian Kesehatan Lingkungan Sekolah

INSTRUMEN PENILAIAN KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH 
KOMPONEN
ITEM
RANGE 
NILAI
KET
YANG DINILAI
 NILAI
A. KEBERSIHAN
1. Kebersihan dan kerapian
0, 25,
Akumulasi dari seluruh ruang
     DAN
2. Ventilasi dan pencahayaan
50, 75,
 yang ada (ruang guru,
     VENTILASI
100
  perpustakaan, kantor, kelas)
     RUANGAN
B. FASILITAS
1. Kebersihan kamar mandi dan WC
Nomor 1, 2, 3, 4 adalah
     SANITASI
2. Ventilasi dan pencahayaan
 kumulatif dari seluruh

3. Tempat cuci tangan umum
KM dan WC yang ada

    a. Tidak ada
0

    b. Ada tapi tidak di setiap kelas
50
Aspek ventilasi dan

    c. Ada di setiap kelas, bersih
75
pencahayaan :

    d. Ada di setiap kelas bersih +  sabun
100
a. Tidak pengab dan berbau

4. Bak air pada WC/KM
b. Ruangan terang

    a. Ada berfungsi, tetapi kotor/
45-5
c. Sirkulasi udara baik

       berlumut ada jentik nyamuk

    b. Ada, tetapi sebagian agak
70-75

        kotor/berlumut/ada jentik nyamuk

    c. Ada, bersih, tidak ada kotoran, tidak
95-100

        berlumut, tidak ada jentik nyamuk dan

        air secukupnya

5. Alat pengambil air/gayung

    a. Ada, kotor, berlumut, tidak aman
45-50

    b. Ada, tidak aman, bersih
70-75

    c. Ada, aman, bersih
95-100

6. Jumlah WC/KM

    a. 1:40
25
    b. 1:30
50
    c. 1:25
75
    d. 1:20
100
7. Alat & bahan pembersih
    a. Ada 1 macam
25
    b. Ada 2 macam
50
    c. Ada 3 macam
75
    d. Ada 4 macam atau lebih untuk seluruh
100
        keperluan
C. KONSTRUKSI
1. Jarak papan tulis dengan kursi
     BANGUNAN
     terdepan

     a. < 2,5 m
50

     b. > = 2,5 m – 3 m
100

2. Kepadatan ruang kelas

    a. < 0,95 m² murid
20-25

    b. 1,0 –  1,24 m² murid
45-50

    c. 1,25 – 1,15 m² murid
70-75

    d. 1,5 – 1,75 m² murid
95-100
D. PEMBINAAN    LINGKUNGAN
A. AIR BERSIH
1. Letak sumber air bersih dari septictank

    termasuk PAM

    a. < 10 meter
50

    b. > = 10 meter
100

2. Persyaratan kesehatan air

    a. Keruh/kotor
45-50

    b. Bersih/jernih
95-100

3. Kuntitas air bersih

    a. Tidak mencukupi keperluan
25

        WC/KM/air minum

    b. Cukup untuk WC/KM/air minum
50

    c. Cukup untuk seluruh keperluan
100

        sekolah

4. Penampungan air

    a. Ada, tidak bersih, terbuka
25

    b. Ada, tidak bersih, tertutup
50

    c. Ada, bersih terbuka
75

    d. Ada, bersih, tertutup
100

5. Jarak kamar mandi, peturasan, WC

    dengan warung sekolah

    a. < 10 meter
50

    b. > = 10 meter
100
B. SAMPAH DAN
1. Tempat sampah di dalam ruangan
    AIR LIMBAH
     di luar ruangan

     a. Ada, tidak di setiap ruangan terbuka
25

     b. Ada, tidak di setiap ruangan tertutup
50

     c. Ada, di setiap ruangan terbuka
75

     d. Ada, di setiap ruangan tertutup
100

2. Tempat penampungan sampah sementara

     a. Dibuat lubang di tanah terbuka
25

     b Terbuat dari semen/drum terbuka

     c. Terbuat dari semen/drum tertutup

     d. Gerobak diangkut langsung

3. Jarak penampungan sampah sementara

    dari warung sekolah

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

4. Jarak penampungan sampah sementara

    dari ruang kelas

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

5. Letak penampungan sampah sementara

    dari sumber air bersih

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

6. Saluran pembuangan air limbah

    a. Selokan tanah disemen, tergenang
25

    b. Selokan disemen, mengalir lancar
50

    c. Disemen tertutup mengalir lancar
75

    d. Disemen tertutup mengalir lancar
100

7. Jarak penampung air limbah dan sumber

    air bersih

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

8. Jarak penampungan air limbah dari

    warung sekolah

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

9. Jarak penampungan sampah sementara

    dari warung sekolah

    a. < 10 meter
25

    b. > = 10 meter
100

10. Pembuangan air limbah

      a. Tidak dialirkan
0

      b. Dialirkan ke kolam di lingkungan
25

          sekolah atau diluar lingkungan sekolah

      c. Dialirkan dengan saluran air (riol) ke
75

          parit umum/sungai

      d. Dialirkan ke sumur resapan yang
100

          tertutup
C. HALAMAN
1. Kebersihan, kerapihan dan keindahan
    PEKARANGAN
    halaman

    a. Ada kotoran/sampah/genangan air
20-25

    b. Bersih tapi ada tumbuhan yang dapat
45-50

        membahayakan

    c. Bersih tapi kurang ditata dengan rapi dan
70-75

        indah

    d. Bersih dan ditata dengan rapi dan indah
95-100

2. Tanaman perindang tanaman hias

    a. Ada tanaman perindang dan tanaman
45-50

        hias tapi tidak ditata dengan rapih

    b. Ada tanaman perindnag dan tanaman
95-100

       hias serta ditata dengan rapi

3. Kebun sekolah/Apotik hidup

    a. Ada, kurang beragam
45-50

    b. Ada, beragam kurang rapi
70-75

    c. Beragam, ditata rapi dan bernama
95-100

4. Halaman bermain, berlahraga, upacara

    a. Tidak memadai, kurang bersih
25

    b. Memadai, kurang bersih
50

    c. Kurang memadai, bersih
75

    d. Memadai, bersih
100

5. Pagar

    a. Pagar kurang terawat
20-25

    b. Pagar berfungsi, terawat baik,
45-50

        tidak aman

    c. Pagar berfungsi, terawat baik, aman
70-75

    d. Pagar berfungsi, terawat baik, bersih
95-100

        serasi dan aman

6. Penerapan kawasan bebas asap rokok

    di sekolah

    a. Masih ada guru/tamu merokok di sekolah
0

    b. Tidak ada guru/tamu merokok di sekolah
100

7. Kegiatan PSN dengan 3M

    a. Tidak ada kegiatan
0

    b. 4 minggu sekali
25

    c. 2 minggu sekali
50

    d. 1 minggu sekali
100
JUMLAH

























































































































































































































A. Kebersihan dan Ventilasi Ruangan


1. Aspek Kebersihan dan Kerapian > Tidak ada coretan, tidak ada kotoran/sampah dan peralatan tersusun rapi.

2. Aspek Ventilasi dan Pencahayaan > Tidak pengap dan berbau, ruangan terang serta sirkulasi udara baik.

3. Kepadatan Ruang Kelas > Luas ruangan dibagi jumlah siswa Idealnya ( > 1,5 – 1,75 m2 / murid )



B. Perlengkapan Ruang UKS 



1. Perlengkapan UKS Yang Harus Ada > Tempat tidur periksa, lemari obat, snellen chart, tempat  cuci tangan, P3K, timbangan badan dan pengukur  tinggi badan.
2. Jenis Obat Yang Harus Ada > Obat luka, obat gosok, plester, kain kasa, alkohol, obat penurun panas dan oralit.


C. Kantin Sekolah

1. Makanan yang Dijual > Harus bergizi dan tidak mengandung pewarna kecuali pewarna alami.
2. Penyajian Makanan > Dalam tempat tertutup / terbungkus.
3. Petugas Kantin > Pakaian rapi dan bersih, fisik tampak bersih dan sehat.
4. Pencucian Alat-Alat Makan/Minum/Jajanan > Dengan air mengalir/leding dan menggunakan sabun.




D. Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci Tangan



1. Kebersihan Kamar Mandi dan Jamban > Bersih, tidak licin, tidak ada kotoran dan genangan air.
2. Ventilasi dan Pencahayaan > Tidak Pengap dan berbau, terang serta sirkulasi baik.
3. Tempat Cuci Tangan Umum > Air mengalir/leding dan menggunakan sabun.
4. Bak Air Pada WC dan Kamar Mandi > Bersih tidak ada kotoran, tidak berlumut, tidak ada jentik nyamuk.
5. Jumlah WC (idealnya 1 buah : 20 siswa)
6. Alat dan Bahan Pembersih > Sikat, sapu, sabun dan karbol.



E. Pendidikan Kesehatan



1. Pendidikan Kesehatan Diberikan melalui integrasi ke mata pelajaran (termasuk  muatan lokal) dan ada penyuluhan khusus,
2. Materi Pendidikan Kesehatan > Disesuaikan tingkat pendidikan, misalnya : personal Hygien, masalah jajanan, narkoba, rokok, kesehatan reproduksi, tentang penyakit dll
3. Peran Siswa Dalam Kebersihan Kelas, Kebun Sekolah dan Toga > Dirawat oleh siswa, ada piket kelas dan bersih.


F. Pelayanan Kesehatan

1. Penyuluhan Kesehatan > Dalam 1 tahun minimal 4 jenis materi.
2. Latihan P3K > Dalam 1 tahun minimal 3 kali.
3. Kegiatan P3P > Mis : Pertolongan pada diare, mimisan, dll
4. Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala
5. Pengawasan Kantin Sekolah
6. Ada Kegiatan Dokter Kecil / KKR(Kader Kesehatan  Remaja)
7. Pemantauan Kesegaran Jasmani o/ Guru Penjaskes
8. Ada Buku dan Kartu Rujukan (Catatan Kesehatan)
9. Ada Ruang Tempat Konseling.



G. Pembinaan Lingkungan



1. Jarak Sumur Air Bersih > 10 m dari septik tank.
2. Air : Tidak Berbau, Tidak Berasa dan Tidak Berwarna
3. Jarak Penampuangan Sampah Sementara ataupun  Sumber Air Bersih Dengan Kantin Sekolah > 10 m.
4. Tempat Sampah Harus Ada di Setiap Ruangan.
5. Kebun Sek/Apotik Hidup Beragam, Tertata & Bernama
6. Halaman Bermain, Olah raga Mamadai dan Bersih.
7. Pagar Sekolah Berfungsi, Terawat, Bersih dan Aman.
8. Penerapan Kawasan Bebas Asap Rokok di Sekolah (Tidak ada guru / tamu merokok di sekolah).
9. Prog. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)1 mgg sekali
10.Pembuangan Air Limbah ke Sumur Resapan yang Tertutup.
11.Ada Tanaman Perindang dan Tanaman Hias yg Tertata Rapi.



H. Kerjasama UKS dengan Komite Sekolah



Ada Bantuan Dana dan Sarana dari Komite Serta Bantuan Masyarakat Sekitar.
Jumlah Siswa Yg Telah Mengikuti Pelatihan Dokter Kecil / KKR lebih dari 20 orang.


I. Manajemen dan Peran Serta Masyarakat

1. Ada Kebijakan dari Kepala Sekolah Tentang Kawasan Bebas Rokok.
2. Tim Pelaksana UKS Personalnya Lebih dari  5 Unsur.
3. Bagan Struktur Organisasi Pelaksana UKS.
4. Imbas Program UKS Terhadap Masyarakat  Sekitar.


TELADAN

Teladan merupakan suatu perbuatan terpuji yang patut ditiru dan dicontoh. Demikianpun kita sebagai anak yang berbudipekerti baik merupakan panutan yang harus ditiru dan dicontoh oleh teman-teman, maka dari itu kita harus memberikan contoh yang baik kepada anak lain.  Agar kita menjadi panutan, harus memiliki kriteria keteladanan sebagai berikut :

1.     I.  Bermoral

Kita sebagai anak yang berbudipekerti harus memiliki moral yang tinggi, yaitu takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Cinta terhadap sesama manusia. Cinta akan mahkluk hidup dan lingkungannya. Tidak sewenang-wenang serta peka terhadap kepentingan dan kebutuhan orang tua dan masyarakat.
Kita jika ingin dianggap teladan oleh masyarakat maka kita haru berupaya meningkatkan harkat diri supaya mempunyai pribadi yang luhur, yaitu :
  1. Mempunyai cita-cita yang luhur.
  2. Tidak melakukan hal-hal yang tercela.
  3. Tidak membiasakan melakukan pelanggaran terhadap ketentuan atau aturan yang berlaku.
  4. Memegang teguh keyakinan dan percaya diri.
  5. Menegakkan kebenaran dan membela keadilan.
  6. Berjuang untuk kepentingan pendidikan.
  7. Jujur, artinya dapat dipercaya
  8. Mempunyai dedikasi tinggi.
  9. Setia akan tugas dan menjujung tinggi harkat pendidikan.
  10. Cinta dan kasih sayang terhadap anak didik.
Agar kita menjadi panutan yang baik, harus berusaha tidak terjerumus pada perbuatan maksiat, rajin dan tekun serta ikhlas dalam melakukan pekerjaan.

II. Berdedikasi

Kita sebagai anak berbudipekerti baik dan teladan harus memiliki dedikasi, yaitu sesuatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka memajukan proses pembelajaran semata-mata berupa pengabdian, tidak bersifat komersial atau imbalan jasa.
Kita sebagai anak berbudiperkerti baik memiliki dedikasi yaitu :
  1. Mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya tanpa memperhitungkan kelebihan waktu atau upah yang diterimanya.
  2. Melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil dengan tanpa pamrih.
  3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
  4. Bekerja dalam usaha mencapai tanggung jawabnya.
  5. Membina, membimbing dan memotivasi diri kita untuk bisa maju tanpa embel-embel ingin terpuji dan harapan moral atau material.
III. Penuh Pengabdian

Salah satu faktor pendukung terhadap keteladanan kita adalah pengabdian. Untuk saat ini sudah jarang orang yang bekerja dengan ikhlas dan penuh pengabdian. Hal ini dikarenakan adanya kemajuan zaman dan perubahan-perubahan yang mengacu kepada segi materi sehingga semua orang yang bekerja harus digaji dan dikasih upah, sehingga hampir semua langkah harus menghasilkan uang sebagai imbalan jasa.
Pengabdian adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh hasil dengan tanpa pamrih. Pengabdian kita dalam proses pembelajaran sebagai ciri keteladanan diantaranya sebagai berikut :
  1. Ikhlas dalam  melaksanakan pekerjaan, baik pekerjaan rutin maupun pekerjaan tambahan.
  2. Semua rencana kerja diselesaikan dengan baik tanpa memandang sesuatu apapun.
  3. Kegiatan dan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh orang lain diselesaikannya dengan tulus.
  4. Berusaha memperoleh hasil kerja sebaik-baiknya atas dorongan kata hatinya.
IV. Penuh Pengabdian

Kepribadian merupakan susunan sistem-sistem psikofisik yang berada dalam diri individu dan menentukan penyesuaian-penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya. Keteladanan kita didalam mencapai predikat teladan saat melaksanakan pekerjaan salah satu melaksanakan pekerjaan salah satu faktor penunjangnya adalah kepribadian yang utuh.
Anak teladan yang memiliki kepribadian, adalah mereka yang memiliki ciri sebagai berikut :
  1. Penampilan sesuai dengan profesi.
  2. Memiliki sikap keterbukaan.
  3. Memiliki pendirian yang teguh.
  4. Tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif.
  5. Memiliki kestabilan emosi.
  6. Toleransi terhadap sesama  teman, orang tua, dan guru terutama pada anak didik.
  7. Bisa bergaul, ramah tamah dan tenggang rasa.
  8. Tidak mudah frustasi jika mendapatkan kesulitan.
V. Berbakat
Bakat merupakan suatu kondisi atau seperangkat karakteristik manusia mengenai gejala-gejala kemampuan setia individu yang diperoleh dengan seperangkat  respon, seperti kemampuan berbicara, kemampuan berbahasa, ataupun kemampuan memainkan musik. Dengan demikian bakat adalah suatu kemampuan potensial untuk memperoleh kemampuan aktual tertentu dalam proses pembelajaran.

Bakat yang harus dimiliki kita sebagai orang yang diteladani, terdiri dari, intelegensi dan berprestasi, kepribadian minat dan keterampilan lainnya yang memberikan kecenderungan untuk meningkatkan pembelajaran serta bakat tersebut dibawa sejak lahir.

Ada beberapa jenis bakat yang menunjang terhadap keteladanan kita yaitu sebagai berikut :
  1. Bakat mekanikal yaitu bakat yang berhubungan dengan gerak, persepsi, penalaran ruang dan penalaran mekanikal, yakni :
    1. Kapasitas untuk memahami relasi mekanikal yang meliputi kemampuan persepsi ruang dan imajinasi.
    2. Kemampuan menggerakan dan kecekatan jari, tangan dan koordinasi otot.
    3. Kekuatan gerak, kecepatan bergerak dan kebutuhan untuk bertahan.
    4. Bakat musikal, yaitu bakat yang berhubungan dengan musik.
    5. Bakat artistik, yaitu bakat yang berhubungan dengan sini. Belajar dan bekrja merupakan suatu pekerjaan seni, oleh karena itu kita dalam belajar harus memiliki bakat ini.
    6. Bakat klerikal, yaitu bakat yang berhubungan dengan kemmapuan, ketepatan dan kecepatan dalam menentukan persepsi.

VI.   Kreatif

Kita sebagai anak teladan tentu saja harus kreatif yaitu memiliki kemampuan untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak ada.
Kreatifitas yang dilakukan kita berupa :
  1. Kegiatan imajinatif
  2. Kegiatan sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman, melainkan laporan yang jelas.
  3. Meneliti keberadaan proses pembelajaran dimana hasilnya, akan memberikan masukkan pada kita untuk meningkatkan prestasi belajar.
Kreatifitas tidak saja bergantung pada potensi bawaan yang khusus tetapi juga pada perbadaan mekanisme mental yang menjadi saran untuk mengungkapkan sifat bawaan, mekanisme mental ini dihasilkan oleh hasil-hasil adaptasi.
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatlkan kretifitas dalam proses pembelajaran, yaitu :
  1. Waktu, untuk menjadi kreatif kegiatan jangan diatur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu menemukan gagasan-gagasan dan konsep-konsep yang kemudian dicobanya dalam bentuk baru.
  2. Kesempatan menyendiri, untuk menjadi kreatif anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan kehidupan imajinatif.
  3. Dorongan, agar kita menjadi kreatif perlu ada dorongan, baik dorongan dari dalam diri sendiri maupun dorongan dari luar.
  4. Sarana supaya kreatif perlu ada sarana yang tersedia untuk mendorong rangsangan eksperimental dan eksplorasi.
  5. Lingkungan  yang merangsang, kreativitas kita bisa terwujud, jika lingkungan rumah dan sekolah merangsang kreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas.

VII.  Inovatif

Kita sebagai anak berbudipekerti dan teladan peka terhadap apa yang sedang berlangsung di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya. Ini dimaksudkan agar apa yang dilakukan tetap konsiten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. Untuk itu, maka kita harus memiliki sikap inovatif dan sebagai pembaharu dalam bidang pembelajaran.

Pembaharuan yang dilakukan kita merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa mendatang dengan jalan memperkenalkan program pembelajaran yang baru sebagai jawaban atas perkembangan internal dalam dunia pendidikan yang cenderung mengejar efisiensi dan efektifitas pembelajaran.

Kita sebagai inovator atau pembaharu dalam pembelajaran harus mampu memecahkan masalah yang didihadapi atau minimal mampu memberikan berbagai alternatif jawaban dan memilih salah satu alternatif untuk kelancaran proses pembelajaran dan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

VIII. Disiplin 

Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa disiplin merupakan suatu kepatuhan, ketaatan dan ketertiban dalam menjalankan tugas, sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Sebagai panutan dalam melaksanakan tugas harus disiplin.

Disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan sehari-hari teratur, serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin adalah suatu yang terletak didalam hati dan didalam jiwa sesorang yang memberikan dorongan bagi orang yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana ditetapkan oleh norma dan peraturan yan berlaku.

Kita sebagai anak yang berdisiplin, akan melaksanakan belajar dengan disiplin penuh atau tertanam sifat ulet dan tekun, bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih merupakan hal yang harus dimiliki. Siswa akan memperoleh imbalan dari kegiatan yang berdisiplin, yaitu pribadi yang utuh dan tidak berputus asa jika menghadapi kegagalan serta berusaha untuk mengatasinya.

IX. Dinamis

Dinamis merupakan sifat yang dimiliki seseorang untuk terus bergerak dengan menggunakan segala potensi pribadi dan selalu berusaha mencari perubahan positif kearah kemajuan dan tidak terpaku pada suatu aturan yang konstan atau monoton. Kita dituntut untuk mempunyai sifat dinamis, siap peka menerima perubahan atau pembaharuan untuk meningkatkan mutu yang mendapatkan motif baru dalam kemajuan.
Dibawah ini ciri-ciri orang mempunyai sifat dinamis dan patut menjadi teladan, yaitu:
  1. Memiliki kesehatan jasmani dan rohani sebagia modal dasar berperilaku.
  2. Memiliki keyakinan dan optimis akan keberhasilan.
  3. Tidak pernah putus asa apalagi prestasi.
  4. Bertawakal terhadap Allah Yang Maha Pemurah.
  5. Tidak menyenangi hal-hal yang senantiasa statis.
  6. Tidak mengeluh bila menemui kesulitan dan selalu berusaha mencari jalan sampai berhasil.
  7. Percaya akan kemampuan diri bahwa jika ada kemauan pasti akan ada jalan walaupun ditempuh dengan melalui kesulitan.
X. Berprestasi

     Prestasi merupakan suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai sesorang setelah melakukan suatu kegiatan. Demikianpun keberhasilan setelah menyelenggarakan proses pembelajaran.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi kita dalam proses pembelajaran, sehingga dijadikan panutan.

Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Keinginan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
  2. Minat pribadi yang mempengaruhi profesi keguruan.
  3. Pengalaman masa lampau. Keberhasilan memperkuat aspirasi dan pengalaman kegagalan.
  4. Pola kepribadian yang mempengaruhi jenis dan kekuatan aspirasi.
  5. Nilai pribadi, yaitu yang menentukan apa saja aspirasi yang penting.
  6. Jenis kelamin
  7. Status sosial ekonomi.


Semoga Bermanfaat

0 Response to "Cara Penilaian Kesehatan Lingkungan Sekolah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel